Saturday, April 20, 2013

Biografi William Soeryadjaya - Pendiri PT Astra Internasional


William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir. William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.


Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. "Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya," ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.

Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. "Saya rugi jutaan DM," ujar William.

Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak "pohon rindang", seperti yang ditamsilkan William sendiri.

Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378
per dollar AS.

"Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami," ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.

Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini menjadi "mesin uang" dari PT Astra Internasional Inc.

Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas 15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor agrobisnis. "Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai kalangan wirausahawan Indonesia," kata William dalam ceramahnya di Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.

Pada tahun itu juga Astra membeli Summa Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya, sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.

Di bank ini William mengantongi 60 persen saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di Astra.

William pasrah. Ia selalu kembalikan kepada Tuhan. Ia selalu berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Yang paling penting baginya ketika itu adalah nasib para karyawan dan nasabah Bank Summa. Ia teramat sedih membayangkan pegawai sebanyak itu harus kehilangan mata pencahariannya. Oleh karenanya ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.

Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.

Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja," katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran.

Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah). Agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.

Namun, yang patut dipuji dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya, "Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi Suksesnya Pelita IV", mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk perusahaan besar.

Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga "miring" bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.

Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari dirinya.

Semangatnya dalam menempuh bisnis pun patut dijadikan panutan. Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya.
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).

William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”

William juga seorang visioner yang seakan mengerti ke mana bisnis akan bergerak. Ia juga adalah salah satu pelopor modernisasi industri otomotif nasional. Ia membangun jaringan bisnis dengan core product di sektor otomotif. Namun, memang, pertumbuhan bisnisnya tidak pernah lepas dari campur tangan pemerintah.

Keberhasilannya dalam berbisnis menjadikan ia menduduki banyak jabatan penting di sejumlah perusahaan, terutama yang berbasis otomotif.

William menjadi orang pertama Asia yang menjadi anggota Dewan Penyantun The Asia Society yang didirikan John D Rockefeller III di New York, AS, tahun 1956. Ia menarik diri dari dunia bisnis tahun 1992 ketika Bank Summa milik anaknya, Edward, kolaps dan harus dilikuidasi sehingga memaksanya melepas 100 juta lembar saham Astra Internasional guna melunasi kewajibannya. Beliau meninggal pada usia 78 tahun tepatnya hari Jumat (2/4/2010).


Sumber

Thursday, March 21, 2013

Produk Meethaq Mendapat Sorotan Perbankan Syariah Dunia


MUSCAT -- Pelopor perbankan syariah Oman dari Bank Muscat, Meethaq, berpartisipasi dalam Konfederasi Perbankan dan Keuangan Syariah. Meethaq menjadi produk dan jasa yang paling disorot dalam konferensi tersebut.

Bank Muscat sendiri adalah bank komersial pertama di Oman yang mendapat persetujuan Bank Sentral Oman untuk memulai unit perbankan syariah. Bank tersebut tidak main-main dalam berinvestasi di staf, sistem dan kontrol untuk memastikan layanannya disampaikan secara profesional, terpisah dan sepenuhnya sesuai prinsip syariah.

Meethaq dinilai dapat memberikan semua produk dan layanan keuangan yang dibutuhkan nasabah. Kemitraan dengan nasabah dipastikan dapat dipercaya dan transparan.

Meethaq telah meluncurkan rangkaian produk perbankan yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan modernitas. Meethaq mengadopsi praktik terbaik di bidang perbankan dan keuangan syariah di seluruh dunia untuk melengkapi industri perbankan syariah.

Meethaq menarik pelanggan melalui strategi produk dan jasa inovatif berbasis syariah. Operasi dikelola oleh tim berpengalaman dan terpisah dari produk bank konvensional banking.
Meethaq berjalan melalui proses sertifikasi kepatuhan oleh Dewan Pengawas Syariah dan sesuai pedoman Bank Sentral Oman.

6 Jenis Perempuan Yang Wajib Dijauhi


6 Jenis Perempuan Yang Wajib Dijauhi

Lelaki digalakkan untuk mencari isteri solehah. Jauhi jenis perempuan-perempuan di bawah untuk dijadikan isteri nescaya kamu akan bahagia :

1. Al-Anaanah : Banyak keluh kesah. Yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi kereta tak cukup. Tak redha dengan pemberian yang diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa menghiraukan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

2. Al-Manaanah : Suka mengungkit. Kalau suami melakukan perkara yang dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. Sangat mudah hendak membicarakan perihal suami. Tak mengenang budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Walaupun suaminya sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.

3. Al-Hunaanah : Ingin pada suami yang lain atau berkenan kepada lelaki yang lain. Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami/lelaki lain. Tak redha dengan suami yang ada.

4. Al-Hudaaqah : Suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukannya. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dengan berbagai ancaman. Ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami. Suami dibuat seperti orang suruhannya, bukan sebagai pemimpinnya. Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

5. Al-Hulaaqah : Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai hingga lalai dengan ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak.

6. As-Salaaqah : Banyak berbicara, bergosip. Siang malam, pagi petang asik bergosip. Apa saja yang suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dengan telefon, SMS, internet, dan macam-macam cara yang lain . Yang jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dengan kata-katanya yang menyakitkan.


8 Penyakit Yang Boleh Sembuh Dengan Berjalan Kaki


Jika anda selama ini malas untuk berjalan, fikirkanlah kembali. Menurut satu kajian, berjalan boleh mengurangkan lapan jenis penyakit. Malah boleh menyembuhkan penyakit tanpa harus mengeluarkan wang.

Mulai sekarang rajin-rajinlah berjalan dan rasakan manfaatnya. Berikut 8 jenis penyakit yang boleh disembuhkan dengan berjalan :

1. Serangan Jantung : Berjalan boleh mengurangkan risiko serangan jantung. Otot jantung memerlukan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner ) agar segar dan berfungsi normal mengepam darah tanpa henti.

Berjalan dengan cepat boleh mengalirkan darah ke dalam jantung. Dengan sering berjalan , kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spans penyerap kolesterol (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh.

Tidak banyak cara di luar dapat mengubati seperti ini. Berjalan dengan cepat boleh menurunkan risiko serangan jantung.

2. Stroke : Satu kajian dilakukan kepada 70 ribu pesakit di Harvard School of Public Health yang bekerja sambil berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, hasilnya risiko diserang stroke menurun hingga dua pertiga.

3. Membakar Lemak : Rutin berjalan kaki akan meningkatkan metabolisme tubuh. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktiviti berjalan kaki, kelebihan kalori yang tersimpan di dalam tubuh akan ikut terbakar, kemudian kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Melangsingkan Badan : jika anda kelebihan berat badan, mulailah untuk rutin berjalan Pergerakan kaki hingga seluruh tubuh mampu menurunkan berat badan dan lemak yang ada terutama diperut anda akan terkikis. Lakukan berjalan kaki secara rutin selama satu jam.

5. Kanser : Gejala kanser akan lenyap dengan sendirinya jika kita rajin jalan kaki. Kanser yang dimaksudkan adalah jenis kanser usus besar (colorectal carcinoma).

Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih lancar. Kanser usus dicetuskan oleh najis tertahan lama dalam saluran pencernaan. Sementara dalam satu kajian lain, berjalan boleh menurunkan risiko terkena kanser payudara.

6. Mencegah Osteoporosis : Sering berjalan bukan hanya menyebabkan otot-otot badan menjadi sihat, rangka atau tulang di dalam tubuh anda juga akan menjadi sihat dan kuat.

Osteoporosis tidak cukup hanya dengan rutin mengambil vitamin D dan kalsium yang banyak, tubuh juga memerlukan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 minit dibawah sinar matahari pagi dan anda akan terhindar dari osteoporosis.

7. Mencegah Kencing Manis : Dengan rutin berjalan kira-kira 6 km per jam, dalam tempuh sekitar 50 minit, mampu mencegah berkembangnya diabetes, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Selagi gula darah boleh dikawal hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), ubat tidak diperlukan. Anda hanya memerlukan berjalan secara rutin untuk terus menjaga kesihatan badan dan terhindar dari diabetes.

8. Depresi : Berjalan kaki dengan cepat boleh menggantikan ubat anti depresan yang biasanya diminum secara rutin oleh pesakit depresi. Mulai sekarang, rajinlah berjalan kaki akan menyembuhkan pesakit yang tengah depresi.


6 Kelebihan Bekerja Dengan Ikhlas


Kelebihan bekerja dengan ikhlas

1. Mendapat Kekuatan, Kebijaksanaan dan Kesabaran
Orang yang ikhlas akan mendapat bantuan dalam melaksanakan kerjanya. Apabila seorang hamba ikhlas, “talian hayatnya” bersambung dengan Allah. Allah tidak akan mengecewakan hambaNya yang ikhlas. Dia sentiasa memberi bantuan apabila hambaNya memohon pertolongan.

2. Hasil Kerja Berkualiti dan Produktif
Jika seseorang bekerja kerana gaji, maka dia tidak akan bekerja melebihi kadar gaji yang diterimanya. Tetapi jika seseorang bekerja ikhlas kerana Allah, dia akan melipat gandakan kerjanya di tahap terbaik kerana yakin pembalasan daripada Allah jauh lebih banyak, baik dan kekal. Dia juga menjadi pekerja yang produktif, tanpa memilih hanya kerja yang ada nilai “self promotion” (ganjaran pangkat dan gaji) malah dia juga giat dalam kerja-kerja yang memberi nilai “self improvement” (peningkatan nilai murni dalam diri). Tegasnya dia tidak terlalu berkira dengan tenaga, masa, dan sentiasa bersedia untuk melakukan kerja-kerja sukarela dan khidmat masyarakat.

3. Terhalang daripada Melakukan Penyelewengan
Pekerja yang ikhlas tidak perlu dipantau oleh “punch card”, CCTV, dan peraturan-peraturan yang ketat untuk menghalangnya daripada rasuah, ponteng, curi tulang, dan lain-lain perbuatan negative kerana dia merasakan dirinya diawasi oleh Allah. Walaupun begitu, tidak salah menggunakan sistem pemantau luaran kerana sifat ikhlas sedang dalam pembinaan. Itu juga membantu proses mujahadah untuk mendapat keikhlasan.

4. Hubungan Harmoni Sesama Rakan Sekerja
Orang yang ikhlas tidak akan mengampu, mengadu domba, sabotaj, mengumpat, apalagi memfitnah rakan sekerja. Cinta dunia adalah “kepala” kejahatan. Orang yang ikhlas hanya mengharapkan keredhaan Allah dan tidak ada sebab untuk mereka menzalimi orang lain demi mendapat pujian, pangkat dan ganjaran material. Tempat di sisi Allah sentiasa luas dan tidak perlu berebut-rebut berbanding tempat di dunia yang sempit lagi terhad.

5. Taat Orang Atasan dan Hormat Orang Bawahan
Orang yang ikhlas akan mentaati perintah, teguran dan keputusan atasannya selagi tidak bercanggah dengan syariat. Ketaatan itu bukan mengampu sebaliknya dilakukan atas dasar taat kepada Allah. Begitu juga, mereka akan menghormati orang bawahannya, mengasihi dan tidak menzaliminya. Mereka faham bahawa pemimpin merupakan “khadam ummah” bukan memperalatkan orang bawahan untuk kepentingan peribadi.

6. Yakin dan Berani Menyatakan Pandanga dan pendirian.
Ketaatan dalam Islam tidak menutup pintu perbincangan atau mesyuarat untuk menyatakan pandangan dan pendirian. Justeru, orang yang ikhlas tidak teragak-agak untuk menyatakan pendiriannya apabila kena pada tempat, masa dan suasananya. Apa yang dirasakan benar, dinyatakannya dengan jelas dan beradab sekalipun pahit. Dia tidak akan bermuka-muka. Kata-katanya adalah dari hati bukan “ambil hati”. Dan dia bertanggungjawab atas pendirinyannya bukan bersifat “lempar batu, sembunyi tangan”.1.Mendapat Kekuatan, Kebijaksanaan dan Kesabaran.


Sumber